Tampilkan postingan dengan label wakil rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wakil rakyat. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 April 2014
Selasa, 20 Agustus 2013
Politikus PPP Desak KPK Tetapkan Jero jadi Tersangka
Selasa, 20 Agustus 2013
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik uang USD 200 ribu di ruang kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno. Ia mendesak sekjen bahkan atasannya, Menteri ESDM Jero Wacik ditetapkan menjadi tersangka.
"Uang yang ditemukan di ESDM perlu ditetapkan tersangka, Sekjen kalau perlu atasannya (Menteri ESDM Jero Wacik)," ujar Yani di DPR, Jakarta, Selasa (20/8).
Ia menambahkan, dalam mengusut kasus di Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, KPK harus menarik mundur lima tahun ke belakang pada saat masih BP Migas.
"Waktu masih BP Migas banyak sekali praktik-praktik dugaan-dugaan laporan korupsi itu sendiri," ucap Wakil Ketua Fraksi PPP itu.
Yani menyatakan, KPK harus menjadikan kasus SKK Migas untuk membongkar pintu masuk kasus Migas. Menurut dia, kalau KPK seperti kasus-kasus sebelumnya di mana berhenti pada kasus suap-menyuap maka komisi antikorupsi akan gagal membongkar tiga sektor paling penting.
"Tiga sektor itu kan, sektor pajak, sektor perbankan dan sektor sumber daya alam dan migas kita ini," kata Yani. (gil/jpnn)
Rabu, 20 Maret 2013
Selasa, 19 Maret 2013
Kamis, 07 Maret 2013
Berminatkah anda menjadi wakil rakyat ?
Setahun lagi pemilu akan berlangsung. Keriuhan dan kesibukkan aktivitas parpol meningkat keras. Partai mempublikasikan pencarian bakal caleg yang diperlukan dimedia cetak maupun media elektronik. Disini ada pertanyaan yang mengganjal dihati . Kenapa partai mencari bakal caleg dari luar ? Kenapa tidak mencari dari internal partai ? Kalau dari internal tidak ada atau kurang barulah cari dari luar .Tapi dengan pendekatan budaya timur bukan dipublikasikan dimedia begitu . Lakukan pendekatan pribadi . Terasa akan lebih elegan .Juga akan lebih baik hasil dan dampaknya ..
You might also like:
Minggu, 03 Maret 2013
Partai Nasdem pendatang baru
Nasdem sebagai partai baru dapat diibaratkan bagai bayi yang baru lahir . Bayi molek cantik yang disenangi dicium digendong oleh keluarganya.. Diajak bermain dan bercanda . Dan berselang waktu dia akan tumbuh menjadi anak yang bisa berjalan dan berlari . Dia akan bermain dengan apa saja yang dapat dijangkaunya . Dia akan pergi keluar ketempat dimana dia suka . Dia belum tahu apa2 bahaya yang akan menimpa dirinya..Dia mulai membandel . Disini Pengawasan dan pendidikan orang tua tidak bisa ditawar .Orang tua dan saudara2-nya harus mengawasinya . Nah begitu pula dengan Partai Nasdem sebagai partai baru yang menarik dengan jargon restorasinya digandrungi dicintai dan didekati oleh banyak orang . Partai tumbuh cepat karena dipercaya dan disenangi . Partai berkembang dan mengakar diseluruh pelosok nusantara .Tapi Jika tidak ada pengawasan dan pengarahan dari Dewan Piminan Pusat partai tentu akan berjalan melenceng dari garis yang telah ditentukan . Dan jika itu terjadi maka partai tidak akan lagi digandrungi dicintai dan didekati rakyat . Partai akan kehilangan daya tarik ,bagaikan gadis yang telah tercemar . Mampukah Partai Nasdem mempertahankan reputasinya . Ini tentu tergantung dari kebulatan tekad pengurus yang didaerah dan di pusat . Tidak sekedar dapat ikut Pemilu tapi konsisten dan tidak melenceng dalam melaksanakan program partai yang telah dibuat .
Kamis, 28 Februari 2013
Pemilu untuk Rakyat ?
Dalam hitungan bulan Pemilu akan berlangsung . Parpol telah mempersiapkan caleg maupun capres yang akan diusungnya . .Pemerintah juga telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan pesta demokrasi itu . KPU maupun Bawaslu telah bekerja siang malam menjalankan tugasnya .Tidak terhitung berapa biaya , waktu dan tenaga dikeluarkan untuk itu . Demi demokrasi ,demi untuk menciptakan Pemerintahan dari rakyat untuk rakyat . Tapi apa yang terjadi setelah Pemilu yang mengeluarkan uang rakyat trilyunan rupiah itu selesai . Wakil2 rakyat yang terpilih lupa akan janji2 gombalnya waktu kampanye Pemilu . Para politikus yang mendapat jabatan juga tak hirau akan kesusahan rakyat yang telah memilihnya . Mereka menikmati kedudukan yang dibiayai pelaksanaannya dengan uang rakyat tersebut . Tapi rakyat sendiri tetap terkapar dan lapar . Tiada yang mempedulikan nasibnya . .Oh ...nasib rakyat !
Langganan:
Postingan (Atom)